solusi baru Stop Rokok

Remaja yang mulai mencoba rokok, sebagian besar menjadi pecandu rokok. Mereka tidak berdaya dipengaruhi adiksi yang mereka alami. Tidak sedikit sebenarnya para perokok yang menyatakan diri ingin menghentikan kebiasaan apalagi mereka yang sudah mengalami tanda-tanda gangguan kesehatan, namun lemahnya dukungan dari lingkungan membuat kecanduan semakin sulit ditinggalkan.

Hasil survei The Global Youth Tobacco Survey Indonesia (GYTS) tahun 2014 menyatakan bahwa 88,2% anak sekolah ingin berhenti merokok dan 24% di antaranya pernah mendapatkan pertolongan/nasihat dari tenaga profesional untuk berhenti merokok. Data Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) juga menyatakan bahwa hanya 5% dari mereka yang ingin berhenti merokok yang benar-benar berhasil berhenti merokok. Penyebab utama kegagalan berhenti merokok salah satunya adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai cara untuk berhenti merokok.

Selain memperkuat implementasi kawasan tanpa rokok (KTR), Kementerian Kesehatan juga berupaya memperluas akses pelayanan bagi mereka yang telah terlanjur menjadi perokok untuk berhenti merokok dengan menyediakan layanan konseling upaya berhenti merokok di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan baik di layanan primer di Puskesmas, di klinik-klinik mandiri, sampai dengan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan.

Sebuah terobosan dilakukan Kementerian Kesehatan dengan memberikan layanan berhenti merokok melalui telepon tidak berbayar. Bagi mereka yang berkeinginan menghentikan kebiasaan merokok namun karena alasan tertentu belum datang ke fasilitas kesehatan, dapat mengakses layanan konseling berhenti merokok melalui saluran telepon bebas biaya yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan RI. Layanan ini dinamakan Quit Line Berhenti Merokok yang dapat diakses melalui nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin-Sabtu pukul 08.00 s.d 16.00 WIB.

Diharapkan, layanan tersebut dapat membantu mereka yang ingin berhenti merokok tetapi memiliki keterbatasan akses dan waktu. Melalui komunikasi via telepon, klien yang ingin berhenti merokok dapat diberikan konseling dan bimbingan, serta rujukan jika sekiranya membutuhkan tindak lanjut. Layanan Quit Line Berhenti Merokok diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan klien yang ingin berhenti merokok dan akhirnya dapat menurunkan jumlah perokok di Indonesia.

Quit Line Berhenti Merokok mulai didirikan sejak tahun 2016, kegiatan yang sudah dilakukan dengan cara peningkatan kapasitas petugas yang akan melakukan konseling dan kampanye melalui media sosial. Soft launching Quit Line Berhenti Merokok di Indonesia dimulai sejak bulan Oktober tahun 2016. Selama soft lunching jumlah penelpon berkisar antara 10-15 penelpon/hari, dan mulai bulan April jumlah penelpon mulai meningkat. Hasil evaluasi dari penelpon, yang berhasil berhenti merokok sekitar 30%, kemudian 68% masih dalam proses berupaya untuk berhenti merokok dan sekitar 2% sudah berhenti tetapi kembali merokok. Adapun alasan terbanyak klien untuk berhenti merokok dikarenakan kesehatan.

namun saya memiliki solusi Baru


ini Video pertama yang dapat diikuti langkahnya sebagai permulaan 





ANDA BUTUH



HUBUNGI WA 087886000787



No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait