Pengertian Kurikulum | Psikotes di SMA | 2018

Kurikulum berasal dari bahasa latin, yaitu "curriculae" yang artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari.

Kurikulum Pendidikan dan Pengembangan Psikotes

Kemudian pengertian kurikulum untuk pendidikan adalah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh peserta didik yang bertujuan untuk memperoleh ijazah. Dalam hal ini, suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah.

Alice Miel (1946) berpendapat bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan pengetahuan dan sikap orang-orang melayani dan dilayani sekolah, yakni anak didik, masyarakat, para pendidik dan personalia.

Saylor (1958) mengemukakan bahwa kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi proses belajar mengajar baik langsung di kelas, tempat bermain atau pun di luar sekolah.

Inlow (1966) mengatakan bahwa kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah utnuk membimbing anak didik memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.

Naegley dan Evans (1967) mengemukakan bahwa kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara kelompok, baik  di sekolah maupun di luar sekolah.

Grayson (1978) Mengatakan bahwa kurkulum adalah suatu perencanaan untuk mendapat keluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Materi di dalam kurikul harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai

M. Skilbeck (1984) mengemukakan bahwa kurikulum adalah pengalaman-pengalaman siswa yang diekspresikan dan diantisipasikan dalam cita-cita dan tujuan-tujuan, rencana-rencana dan desain-desain untuk belajar dan implementaasi dari rencana dan desain tersebut dilingkungan sekolah

J. Wiles dan J. Bondi (1989) berpendapat bahwa kurikulum adalah seperangkat nilai-nilai yang digerakkan melalui suatu pengembangan proses kulminasi dalam pengalaman-pengalaman di kelas untuk murid-murid. Pengalaman tersebut merupakan suatu representasi yang benar terhadap cita-cita yang diimpikan adalah suatu fungsi langsung daripada efektivitas dari usaha-usaha pengembangan kurikulum.

Purwadi (2003) memilah kurikulum menjadi enam bagian yaitu : 1) Kurikulum sebagai ide; 2) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan paduan dalam melaksanakan kurikulum; 3) Kurikulum menurut persepsi pengajar, 4) kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasionalkan oleh pengajar di kelas; 5) Kurikulum experince yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan 6) Kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.

Harsono (2005) mengemukakan bahwa kurikulum merupakan gagasan pendidika yang diekspresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.

Sedangkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional mengemukakan bahwa : "Kurikulum adalah seperangkat rencana atau metode yang harus ditempuh, oleh peserta didik dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu".

Pendapat-pendapat diatas memberikan gambaran bahwa hakikatnya kurikulum sama artinya dengan rencana pelajaran. Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Mata ajaran tersebut memuat materi pelajaran yang perlu disampaikan kepada peserta didik sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya.
psikotes online di SMA 2018


Dalam pengembangan rencana pelajaran perlu adanya dimasukkan psikotes online menjadi bagian dari kurikulum pendidikan. namun itu belum dapat terlaksana sampai saat ini

Kesimpulan Penerapan Psikotes Online Adversity Quoetient

Penulis berharap perhatian pemerintah dalam mengambil langkah untuk injeksi Psikotes Online Adversity Quotient untuk anak SMP dan SMA agar lebih terukur dalam rencana belajar dan penyusunan Kurikulumnya.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kurukulum adalah seperangkat rencana baik masih berbentuk ide dan pengaturannya, maupun yang sudah dioperasionalkan guru di kelas: dapat berwujud dokumen, dan persepsi guru yang di dalamnya memuat tujuan, isi, bahan pelajaran, sumber daya lain pendukung terlaksananya implementasi rencana, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

No comments:

Post a Comment

Artikel Terkait