SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI ORGANISASI

Psikologi sebagai ilmu bertitik awal pada Tahun 1875, saat Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman.

Awal abad 20, tahun 1903, Walter Dill Scott menerbitkan buku� The Theory of advertising�, membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja.

Next tahun 1913, Hugo Muensterberg, pengajar di universitas Harvard menerbitkan �The Psikology of Industrial Efficiency�. Meskipun begitu penerapan dan perkembangan psikologi umum dalam perusahaan yang pesat baru mulai dalam decade 1920.

Pada Perang Dunia II, berkembang Ilmu ergonomic atau perekayasaan manusia (human engineering), atau psikologi perekayasaan (engineering psychology). Sarjana teknik bekerjasama dengan sarjana psikologi bereksperimen menyusun suatu proses kerja yang efisien, merancang dan membuat alat kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis manusia.

Berkembang pula psikologi eksperimen berdasarkan kajian pabrik Hawthorne, bahwa kondisi social psikologik dari lingkungan kerja secara potensial mempunyai arti yang lebih penting daripada kondisi kerja fisik. Psikologi eksperimen sejak saat itu mempelajari masalah-masalah hubungan antarmanusia, semangat kerja, motivasi secara lebih luas dan mendalam.

Pada tahun 1960, penerapan psikologi di bidang penjualan berkembang pesat. Perilaku manusia sebagai konsumen diteliti. Psikologi industry berpengaruh terhadap kegiatan promosi dengan menggunakan beragam media massa dan elektronik.

Akhirnya sarjanas psikologi mulai mempelajari organisasi sebagai satu keseluruhan. Dari struktur, iklim dan budaya dari berbagai macam organisasi, pola dan gaya komunikasinya, struktur social formal dan informal yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja.

DP; Munandar, Sunyoto.2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI-Press

Artikel Terkait